top of page
Search

Shrovetide


Hari Senin dan Selasa sebelum Hari Rabu Abu dikenal dengan istilah "Shrovetide", dari kata dalam bahasa Inggris kuno "shrive", yang berarti "mengaku", sebuah kata yang cukup dijelaskan dengan sebuah kalimat Anglo-Saxon “Ecclesiastical Institutes” yang diterjemahkan dari Theodulphus oleh Abbot Aelfric (qv) sekitar 1000 M: “Tepat pada pekan sebelum Prapaskah, setiap orang harus pergi ke bapa pengakuannya dan mengakui dosa-dosanya. Kemudian bapa pengakuan akan memberikan denda dosa yang harus dia lakukan [sebagai penebusan dosa]".


Shrovetide secara tradisional adalah waktu "musim pembersihan,"; sama seperti kita membersihkan rumah kita pada hari-hari ini untuk persiapan Prapaskah, kita juga diajak untuk "membersihkan jiwa kita" melalui pengakuan dosa, sehingga kita dapat memasuki masa pertobatan dengan bersih.



Shrovetide, tepatnya, adalah dua hari terakhir "Karnaval", periode tidak resmi yang dimulai setelah Epifani dan yang diambil dari bahasa Latin carnelevare, mengacu pada "pengambilan tubuh" (daging) selama Prapaskah yang dimulai pada Hari Rabu Abu.


Tepatnya selama abad keenam belas, sebuah doa khusus, Doa Empat Puluh Jam, dilaksanakan di banyak tempat pada hari Senin dan Selasa Shrovetide, sebagian untuk menarik orang-orang agar menjauh dari kesempatan berbuat dosa yang membahayakan dan sebagian untuk pengakuan dosa. Dengan konstitusi khusus yang dialamatkan oleh Benediktus XIV kepada Uskup Agung dan Uskup Negara-Negara Gereja, pada tahun 1747, indulgensi penuh diberikan kepada mereka yang mengambil bagian dalam Eksposisi Sakramen Mahakudus yang dilaksanakan setiap hari selama Shrovetide.


Sumber:


Gambar:


•Pax Vobis•


Facebook: Katolik Angelus Domini | Instagram: @katolikangelusdomini




 
 
 

Comments


Post: Blog2_Post

Silakan disebarluaskan dengan mencantumkan sumber: Diterjemahkan oleh Katolik Angelus Domini.

©2021 by Katolik Angelus Domini. Proudly created with Wix.com

bottom of page