Perayaan Lilin (Candlemas)
- webkatolikangelusd
- May 26, 2021
- 3 min read

Dikenal sebagai Pesta Pemurnian Santa Perawan Maria yang Terberkati dan Pesta Persembahan Yesus
Hari ini adalah hari pemurnian, pembaruan dan harapan; tepat 40 hari setelah Natal, kita memperingati ketaatan Bunda Maria melalui penyerahan dirinya ke Bait Allah untuk melaksanakan upacara pemurnian, sebagaimana dinyatakan dalam kitab Imamat 12: 2-8 dan kitab Lukas 2:22-24.
Tentulah, Maria tidak membutuhkan pemurnian ini, namun dia menyerahkan dirinya karena ketaatannya kepada Hukum Musa. Bunda kita dan Santo Yosef juga mempersembahkan Yesus kepada Bait Allah untuk penebusan-Nya.
“Penebusan Anak Sulung ini,” adalah asal muasal dari “Pesta Persembahan”. Ada dua hal yang harus dicatat:
“Anak Sulung” berarti “Anak laki-laki yang membuka Rahim,” bukan “anak pertama yang lahir”. Maka dari itu, bantahan gereja Protestan atas keperawanan Maria dikarenakan Yesus sebagai “anak pertama” tidak memiliki dasar.
Keluarga Kudus merupakan keluarga miskin sebagaimana Bunda kita mempersembahkan burung dan bukan domba, yang menunjukkan bahwa bentuk persembahan tersebut merupakan persembahan bagi yang tidak mampu.
Hal yang diperingati dalam “Pesta Cahaya” (Candlemas) adalah nubuat Simeon yang Kudus, dan pertemuan antara Tuhan dan seorang janda yang sudah lanjut usia (Nabiah Anna) yang hidup di Bait Allah dan mengakui Kristus setelah pertemuan itu.
Kedua hal ini disebutkan oleh Santo Methodius dalam bentuk simbolis:
Orang tua melambangkan orang-orang Israel dan Hukum yang sudah usang; yang sudah waktunya untuk ditinggalkan.
Janda melambangkan Gereja bukan orang Yahudi yang terabaikan, tetapi mengungkapkan sukacita dari pengakuan akan iman dan berbicara tentang Dia kepada mereka yang mencari penebusan di Yerusalem
Sebelum memberikan nubuatnya kepada sang Bunda, Simeon mengatakan bahwa Putra Maria yang baru lahir akan menjadi Cahaya yang menerangi semua orang, namun bukan orang Yahudi, dan oleh karena itu, cahaya lilin berperan penting sebelum dan selama Misa. Nama paling umum akan Peringatan ini adalah “Pesta Lilin”.
Pada hari ini, akan terdapat pemberkatan lilin dan prosesi. Dom Prosper Gueranger , OSB menuliskan simbol dari lilin dalam buku tahun liturginya:
Menurut Ivo dari Chartes, lilin yang terbuat dari sari bunga yang diolah lebah, melambangkan keperawanan, tubuh murni dari Sang Bayi Ilahi, yang tidak berkurang dari saat dikandung dalam rahim ataupun dari kelahirannya dari sang Perawan Terberkati tanpa noda.
Uskup agung mengatakan bahwa cahaya lilin adalah simbol akan Yesus yang datang untuk menerangi kita dari kegelapan.
Santo Anselmus, Uskup Canterbury, menjelaskan kepada kita untuk memperhatikan tiga hal dari lilin terberkati, yaitu lilin, sumbu, dan api. Lilin adalah hasil dari lebah yang masih perawan yang melambangkan Tubuh Tuhan kita. Sumbu adalah Jiwa-Nya dan Api yang menyala di atas adalah kemuliaan-Nya.
Pemberkatan lilin adalah satu dari tiga pemberkatan dalam tahun liturgi, selain pemberkatan daun palma dan abu, yang akan dilakukan oleh imam dengan mengenakan jubah ungu. Imam akan berdoa 5 kali di dekat lilin di atas altar. Lilin akan diberkati selama 3 kali sambil diiringi nyanyian Asperges Me. Lalu lilin akan dinyalakan dan dibagikan. Saat kita menerima lilin yang sudah diberkati dari tangan imam, kita mencium lilin dan tangan imam, begitu pula saat kita menerima daun palma pada Minggu Palma.
Saat pembagian, Nunc Dimittis – Kidung Simeon (Lukas 2:29-32) dinyanyikan.
Dengan versi latin: Nunc Dimittis
Nunc dimittis servum tuum, Domine
Secundum verbum tuum in pace:
Quia viderunt oculi mei salutare tuum
Quod parasti ante faciem omnium populorum:
Lumen ad revelationem gentium,
Et gloriam plebis tuae Israel.
Merupakan hal biasa membawa lilin dari rumah untuk diberkati – lilin yang digunakan untuk keperluan devosi (lilin dari altar keluarga, lilin adven, dan lain sebagainya) paling tidak 51% bahan pembuatan lilin harus berasal dari lebah (beeswax) agar dapat dinyalakan setelah Matahari terbenam di hari peringatan para orang kudus (1 November), pada Sakramen Minyak Suci, dan disaat-saat sulit ketika badai kehidupan menerpa.
Sumber:
https://www.fisheaters.com/customstimeafterepiphany3.html
•Pax Vobis•
Facebook: Katolik Angelus Domini | Instagram: @katolikangelusdomini



Comments