top of page
Search

Keluarga Katolik yang Ideal (Bagian 3: Anak-anak)


Hubungan antara anak dan orangtua dijelaskan dengan singkat. Perintah Allah yang keempat menyatakan: Hormatilah ayahmu dan ibumu. Taat, hormat, saling menghormati, dan mengucapkan terima kasih adalah bagian dari tugas anak.


Ketaatan adalah Perintah Allah, karena olehnya orangtua menjadi wakil Allah dalam kehidupan anak-anak mereka. Semakin banyak kebajikan dan kebiasaan baik dan kudus yang dipatuhi, semakin anak-anak berbuah limpah, kecuali mereka yang tumbuh dan mengandalkan kemampuannya sendiri, tidak akan menyenangkan Tuhan karena mereka tidak akan tumbuh dengan iman yang baik. Tuhan tidak memanggil mereka untuk melakukan perbuatan yang besar dan hebat, tetapi untuk melakukan hal yang sederhana dengan kerendahan hati yang sempurna sebagai hasil ajaran guru alamiah mereka, yaitu orangtua


Kanak-kanak Yesus Sendiri telah memberikan teladan Ilahi untuk diteladani oleh para putera dan puteri. Seperti yang dicatat secara singkat oleh para Penginjil, "Lalu Ia pulang bersama – sama dengan mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka." (Lukas, 2: 51. Injil pesta Keluarga Kudus.)


Remaja putera dan puteri saat ini, yang masih di bawah asuhan ayah dan ibunya, sering kali mengeluh bahwa mereka tidak dimengerti, dan bahwa orangtua melakukan dan mengatakan hal-hal yang "membuat mereka jengkel". Tentu saja, orangtua melakukan dan mengatakan hal-hal yang tidak menyenangkan! Begitu pula negara, gereja, bahkan Tuhan pun melakukan hal yang sama. Bahkan, hanya karena orangtua melakukan Kehendak Tuhan sendiri, yang mungkin tidak sejalan dengan kemauan anak-anak, yang membuat perintah-perintah tersebut menjadi tidak menyenangkan.


Rasa hormat kepada orangtua seharusnya ditunjukkan dengan sikap yang layak dan rasa segan. Hal ini membutuhkan tuntunan dan ajaran yang tepat, yang membuat anak laki-laki dan perempuan mempunyai keinginan untuk membanggakan orangtua mereka kepada dunia. Mereka tidak pernah sedikit pun merasa malu akan apa adanya mereka, tetapi mereka hanya malu pada dosa-dosa mereka.


Bersyukur adalah imbalan kasih atas pengorbanan orangtua kepada mereka, yang tidak mungkin dapat dibayar sepenuhnya. Dengan menunjukkan tingkah laku yang menyenangkan di rumah, menghormati dan menghargai ayah dan ibu, saudara laki-laki dan perempuan, hingga mereka tidak menemukan lagi kesenangan bersama orang-orang di luar rumah mereka. Anak-anak yang benar-benar dapat mensyukuri orangtua mereka, tidak akan merasakan kebosanan di dalam rumah, menjadi pendiam, cemberut, kesal dengan saudara-saudaranya, dan juga sangat ramah terhadap orang lain di luar rumah. Rasa syukur mendorong kebersamaan yang menyenangkan, membantu mewujudkan impian hidup kekeluargaan yang bersatu hati dan tentram seperti yang ayah dan ibu perjuangkan, dan memahami dengan bijak terhadap keinginan-keinginan orang tua.


Sumber:


•Pax Vobis•


Facebook: Katolik Angelus Domini | Instagram: @katolikangelusdomini



 
 
 

Comments


Post: Blog2_Post

Silakan disebarluaskan dengan mencantumkan sumber: Diterjemahkan oleh Katolik Angelus Domini.

©2021 by Katolik Angelus Domini. Proudly created with Wix.com

bottom of page