top of page
Search

Ajaran Gereja Katolik dan Bapa Gereja Mengenai Mendoakan Orang yang Sudah Meninggal (Bagian 1)

Updated: Mar 15, 2021


Kita sebagai anggota Gereja Katolik militan di dunia memiliki tugas suci untuk mendoakan jiwa-jiwa yang berada di dalam Api Penyucian (Church Suffering = Gereja yang menderita). Praktik saleh ini merupakan salah satu dari Tujuh Karya Spiritual Belas kasih. Seperti yang dinyatakan dalam 2 Mak 12: 45 “Lagi pula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.”


St. Agustinus

Gereja universal mematuhi hukum ini, yang diturunkan dari para Bapa, bahwa doa-doa harus didaraskan bagi mereka yang telah meninggal dalam persekutuan dengan Tubuh dan Darah Kristus, ketika mereka diperingati di tempat yang layak dalam Kurban Kudus. (Serm. clxxii, 2, P.L., XXXVIII, 936)


St. Epiphanius

Mendoakan orang yang telah meninggal merupakan kewajiban yang ditentukan oleh tradisi.


St. Yohanes Krisostomus

Mendoakan orang yang telah meninggal merupakan “hukum yang ditetapkan oleh para Rasul”.


St. Tertulianus

Janda yang tidak mendoakan suaminya yang telah meninggal, sama saja dengan telah menceraikannya.


St. Bellarmine

Karena Gereja yang Menderita sangat dekat dengan Tuhan – jauh lebih dekat daripada kita dan memiliki penghiburan besar dengan pengetahuan bahwa mereka pasti diselamatkan – doa-doa mereka bagi kita sangatlah ampuh. Maka, sebagaimana kita mendoakan saudara-saudara kita yang telah meninggal, mintalah kepada mereka untuk mendoakan kita juga!


Ajaran katolik mengenai mendoakan orang-orang yang sudah meninggal berkaitan erat dengan doktrin tentang Purgatorium (Api Penyucian) dan doktrin umum tentang persekutuan para kudus, yang merupakan bagian dari Syahadat Para Rasul.




Sumber:

Katekismus Gereja Katolik


Dirangkum dan diterjemahkan oleh Katolik Angelus Domini

∙Pax Vobis∙






 
 
 

Comments


Post: Blog2_Post

Silakan disebarluaskan dengan mencantumkan sumber: Diterjemahkan oleh Katolik Angelus Domini.

©2021 by Katolik Angelus Domini. Proudly created with Wix.com

bottom of page