top of page
Search

Alasan Umat Katolik Mendoakan Mereka yang Sudah Meninggal (Bagian 2)


Kita juga meminta mereka yang telah meninggal untuk mendoakan kita. Meskipun saudara-saudari kita yang telah menjadi bagian Para Kudus di Surga (Santo/Santa yang telah dikanonisasi) tidak membutuhkan doa-doa kita bagi mereka, kita selalu meminta mereka untuk mendoakan kita.


Kita juga meminta para kudus di Api Penyucian untuk mendoakan kita. Praktik ini dibuktikan secara tradisi melalui tulisan-tulisan pada katakombe kuno (contohnya di Domitilia):

"Roges pro nobis" ("Doakanlah kami") "Pete pro parentes tuos" ("Doakanlah orangtuamu") "Pete pro sorore tua" ("Doakanlah saudarimu") "Succurrite cum judicabitis" ("Bantulah kami saat kamu bertemu dengan sang Hakim”)


Sedangkan bagi mereka yang terkutuk, tidak ada harapan; tidak ada doa yang dapat menolong mereka dan kita tidak dapat berdoa secara formal bagi mereka yang berada di Neraka. Masalahnya, kita tidak dapat mengetahui siapa saja yang terkutuk, maka kita berdoa secara umum bagi “semua jiwa-jiwa yang telah meninggal dunia”.


Bagi mereka yang telah meninggal di luar Persekutuan dengan Gereja Kristus atau bagi orang-orang Katolik yang telah meninggal tanpa penyesalan dan dalam skandal, doa umum tidak dapat diucapkan, tetapi kita pasti masih dapat berdoa secara pribadi dengan harapan mereka telah meninggal dalam keadaan berahmat. Mereka yang ditolak untuk diberikan pemakaman secara Katolik tidak dapat didoakan secara liturgi, di depan umum, tetapi mereka pasti bisa didoakan - dan harus didoakan - secara pribadi. Para imam bahkan dapat mempersembahkan Misa untuk orang-orang seperti itu secara pribadi, tanpa menyebut nama mereka.



Sumber:



∙Pax Vobis∙


FB: Katolik Angelus Domini | IG: @katolikangelusdomini



 
 
 

Comments


Post: Blog2_Post

Silakan disebarluaskan dengan mencantumkan sumber: Diterjemahkan oleh Katolik Angelus Domini.

©2021 by Katolik Angelus Domini. Proudly created with Wix.com

bottom of page