top of page
Search

Alasan Umat Katolik Mendoakan Mereka yang Sudah Meninggal (Bagian 1)


Telah dan akan selalu menjadi suatu praktik yang saleh dan suci untuk berdoa bagi kedamaian jiwa-jiwa yang telah meninggal. Namun, dewasa ini, praktik ini telah banyak dilupakan dan hampir tidak dilakukan sama sekali. Kurangnya kasih kepada jiwa-jiwa ini merupakan suatu kekejaman. Sejak dahulu, umat Katolik selalu mendoakan jiwa-jiwa umat beriman yang telah meninggal dunia.


Kita tidak boleh berpikir bahwa “Mereka telah berada di Surga” – sungguh berbahaya jika kita kurang memberikan amal kasih kepada kerabat, teman, dan leluhur yang telah meninggal! Jiwa-jiwa di Api Penyucian membutuhkan doa-doa kita karena mereka tidak dapat berdoa untuk diri mereka sendiri. Kita sepatutnya tidak boleh percaya begitu saja bahwa banyak jiwa akan segera diselamatkan/langsung masuk ke dalam Surga; karena kebanyakan jiwa pergi ke Neraka dan hanya sedikit yang diselamatkan namun harus terlebih dahulu menderita/dibersihkan di dalam Api Penyucian. (c.f. Hell: The Dogma of Hell, Illustrated by Facts Taken from Profane and Sacred History by F. X. Schouppe, SJ). Sedikit – sangat sedikit – jiwa yang langsung naik ke Surga.


Mereka yang telah meninggal dalam keadaan kudus tidak benar-benar “mati”; mereka adalah saudara-saudari terkasih kita yang berada di Surga atau di Api Penyucian (dalam perjalanan mereka ke Surga) dan akan selamanya menjadi, bagian dari Persekutuan Para Kudus – Gereja yang Berbahagia (Para kudus di Surga, baik yang telah dibeatifikasi atau dikanonisasi atau tidak), Gereja yang Menderita (para kudus di Api Penyucian), dan Gereja Militan (para kudus yang masih hidup di dunia).

Karena, selain orang-orang kudus yang telah dibeatifikasi atau dikanonisasi, kita tidak dapat mengetahui siapa saja yang telah berada di Surga, atau siapa saja yang berada di Api Penyucian untuk sementara waktu, atau siapa saja yang terkutuk, kita mendoakan mereka yang telah meninggal sepanjang hidup kita – dengan asumsi mereka berada di Api Penyucian, sambil berharap mereka telah berada di Surga dan tidak terkutuk.



Sumber:


∙Pax Vobis∙


FB: Katolik Angelus Domini | IG: @katolikangelusdomini



 
 
 

Comments


Post: Blog2_Post

Silakan disebarluaskan dengan mencantumkan sumber: Diterjemahkan oleh Katolik Angelus Domini.

©2021 by Katolik Angelus Domini. Proudly created with Wix.com

bottom of page